Empat Jenis Ikan di Danau Limboto Punah
GORONTALO--MI: Sebanyak empat jenis ikan yang pernah hidup di lingkungan Danau Limboto, dinyatakan punah keberadaannya.
Hal itu diungkapkan kepala bidang pengelolaan dan pelestarian lingkungan, pada Badan Lingkungan hidup, riset dan Teknologi (Balihristi) Provinsi Gorontalo, Rugaiya Biki, Rabu (9/12).
Dia mengatakan, keempat jenis ikan air tawar itu, yakni yang dikenal dalam bahasa daerah, masing-masing mangaheto (ikan sejenis bubara berwarna merah), Botua (ikan jenis mujair berwarna putih tanpa sisik), Bulaloa (ikan jenis bandeng tulang sedikit berwarna putih bersisik), dan Boidelo (mirip ikan tuna bersisik dan berwarna abu-abu).
"Keempat jenis ikan itu, kini tak bisa lagi ditemukan di Danau Limboto," ujarnya.
Punahnya keempat jenis ikan tersebut, diduga disebabkan oleh eksploitasi sumber daya perikanan secara berlebihan dan kurang ramah lingkungan, yaitu penggunaan racun (potas), setrum, bom ikan dan alat penangkap skala besar.
Di danau yang luasnya terus menyusut, akibat tingginya sedimentasi itu, kini hanya ditemukan beberapa jenis ikan yang masih bertahan hidup, meski dengan tingkat populasi yang cukup sedikit.
Ikan-ikan tersebut, di antaranya Tawes (Puntius Javanicus), Manggabai (Glossogobius Giuris), Sepat (Trichogaster Pectoralis), dan Payangga (Ophiocora Porocephala).
"Keempat jenis ikan ini juga terancam punah keberadaannya, karena terus ditangkapi oleh nelayan, untuk dijual, mengingat dagingnya yag empuk, serta harganya yang mahal," Kata dia.
Dia mengatakan, Puluhan tahun silam, yakni pada 1932, kedalaman Danau Limboto masih mencapai 30 meter dengan luas 7.000 hektare, dengan puluhan jenis ikan dan habitat air yang hidup di dalamnya.
Namun karena maraknya perambahan hutan di hulu sungai, serta perlakuan yang kurang ramah lingkungan, danau terbesar di Gorontalo itu, kini hanya memiliki kedalaman 2,5 meter dengan luas 3.000 Ha, serta jumlah ikan serta habitat air di dalamnya, yang tinggal bisa dihitung dengan jari. (Ant/OL-04)


